head-content'/> Cerita Minimarket: cerita sukses Minimarket

Blog Keren, Bacalah!!!

Showing posts with label cerita sukses Minimarket. Show all posts
Showing posts with label cerita sukses Minimarket. Show all posts

Friday, July 16, 2021

Perkembangan Ritel di Indonesia

 Perkembangan Ritel di Indonesia

Perkembangan ritel di Indonesia sangat menarik. Pertumbuhannya sangat menonjol karena terjadinya percepatan yang sangat luar biasa,apalagi dengan hadirnya beberapa start up unicorn yang membantu pasar ritel semakin berkembang.

Perkembangan ritel di indonesia bisa dibagi dalam beberapa tahap antara lain :

1. Era sebelum tahun 1960 an: era perkembangan ritel tradisional yang terdiri atas pedagangpedagang independen.

2. Tahun 1960 an: Era perkenalan ritel modern dengan format departement store ditandai denga dibukanya gerai ritel pertama Sarinah di Jl. MH. Thamrin Jakarta.

 3. Tahun 1970-1980 an: Era perkembangan ritel modern dengan format supermarket dan departement store, ditandai dengan hadirnya peritel modern sepert Matahari, Hero, dan Ramayana. 4. Tahun 1990 an: Era perkembangan convenient store, yang ditandai dengan maraknya pertumbuhan minimarket seperti Indomaret. Pertumbuhan high class departement store, dengan masuknya Sogo, Metro, dan lainnya. Pertumbuhan format cash and carry dengan berdirinya Makro, diikuti Goro, Alfa.

5. Tahun 2000-2010: Era perkembangan hypermarket dan perkenalan e-retailing. Era ini ditandai dengan hadirnya Carrefour dengan format hypermarket dan hadirnya Lippo-Shop yang memperkenalkan e-retailing di Indonesia berbasis pada pengguna internet. Konsep ini masih asing dan sukar diterima oleh kebanyakan masyarakat Indonesia yang masih terbiasa melakukan perdagangan secara langsung. Selain format tersebut, terdapat pola pertumbuhan ritel dengan format waralaba. Peritel merupakan distributor paling akhir karena langsung berhadapan dengan konsumen sebagai pemakai akhir. Peritel membeli produk dari perusahaan manufaktur atau distributor besar dan menjualnya kembali kepada konsumen. Peritel bekerjasama erat dengan para pemasok dan distributor. Beberapa peritel besar dalam industri ritel yang dikenal luas di Indonesia adalah PT Contimas Utama Indonesia (Carreffour) yang merupakan bagian dari jajaran eceran raksasa yang induknya ada di Perancis. Peritel lainnya adalah PT Hero Supermarket Tbk (Hero), PT Alfa Retailindo (Alfa), PT Matahari Putera Prima (Matahari), PT Ramayana Lestari Sentosa (Ramayana), PT Makro Indonesia, dan PT Indomarco Primastama (Indomaret).

itu masih banyak lagi terdapat pemain-pemain lainnya berskala menengah maupun kecil. Matahari yang berdiri sejak tahun 1958 pada tahun 2005 telah memiliki 77 gerai, 43 supermarket, 8 hipermarket, dan 105 Timezone. Pada tahun 2006 jumlah hypermarket meningkat menjadi 18. Matahari sebagai pemimpin pasar di ritel terus berubah dengan melakukan inovasiinovasi baru di berbagai unit bisnisnya, seperti perkembangan produk merek sendiri “Value Plus” yang ada di unit bisnis Matahari Supermarket.

Matahari juga berhasil membuat terobosan baru dengan membuka gerai Matahari China, yang merupakan gerai pertama Matahari di luar Indonesia. Kids2kids yang merupakan “Specialty Store” Matahari Departement Store ini gerai pertamanya dibuka di Mal Kelapa Gading Jakarta pada bulan Oktober 2004. Pada tahun 2005 Kids2kids berhasil membuka 4 gerai baru. Private Label MDS (Matahari Departement Store) yang telah memiliki lebih dari 17 brand semakin ditingkatkan pengembangannya dalam segi kualitas dan berhasil menggandeng Intertex untuk mendapatkan standar mutu produk Internasional. Pada tahun 2005 Matahari berhasil mendapatkan penghargaan internasional sebagai “GoldTop Retail” dari Retail Asia Pacific.

Matahari telah menerima penghargaan ini selama dua tahun berturut-turut, dan hal ini merupakan penghargaan bergengsi dari dunia luar atas keberhasilan bisnis Matahari di tahun 2004 dan 2005. Sampai Februari 2005, gerai ritel di Indonesia mencapai 2.720 unit yang dioperasikan oleh 62 perusahaan yang berhimpun dalam Aprindo (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia).

Riset AC Nielsen tahun 2003 menyebutkan total penjualan ritel Indonesia per tahun di atas Rp 600 Triliun. Di Indonesia tahun 2003 ada 267 departement store, 683 supermarket, 972 mini market, dan 43 hypermarket. Survey AC Nielsen mencatat di antara beberapa bentuk ritel modern seperti supermarket, minimarket, pusat grosir, dan hipermarket, pertumbuhan paling cepat dialami hipermarket.

 Nah pada tahun 2021 ini terang seja pelaku ritel memiliki tantangan yang sangat luar biasa, yakni dengan adanya PPKM darurat banyak pelaku industri ritel besar yang tumbang, sebut saja misalnya salah satu Grup misal HERO . Semua gerai yang berlabel GIANT sudah di tutup di seluruh Indonesia dan beberapa akan diganti dengan jenis ritel home aplliances dan Furniture yang terkenal dengan Brand IKEA. 

 Menurut APRINDO selama tahun 2020 ada 400an minimarket yang tutup sementara untuk supermarket ada yang tutup 5-6 gerai setiap hari sedangkan tahun 2021 ada 1-2 gerai yang tutup setiap hari. betapa dahsyatnya dampak pandemi ini terhadap pelaku usaha ritel. Walau di sisi lain, banyak juga pelaku ritel yang masih bisa bertahan dan menikamti kue tersendiri namun itu jumlahnya tentu tidak terlalu besar, karena dengan adanya kebijakan PPKM daurat, pelaku ritel yang berbasis penjualan produk sembako atau harian masih diperbolehkan untuk membuka tokonya, sehingga masih bisa buka dan mendapatkan penghasilan. Namun, tentu demand tidak terlalu tinggi seiring dengan melemahnya daya beli masyarakat karena dampak pandemi.

kami Konsultan Minimarket Ritelteam Indonesia sekaligus juga konsultan ritel nasional juga sangat merasakan, bahwa klien kami yang biasanya setiap bulan berjumlah lebih dari 200 klien di seluruh Indonesua juga mengalami penurunan permintaan pembukaan toko baru atau permintaan rak minimarket untuk toko lama serta juga pengadaan Jasa Software POS/toko baik online ataupun juga offline. Namun, perlu di catat sekali lagi, bagi pelaku usaha ritel berbasis produk harian, momentum ini mennjukkan bahwa bisnis ini adalahs alah satu bisnis yang selalu memiliki daya tahan yang cukup baik, selain memang dibutuhkan setiap hari juga karena masuk kategori bisnis esensial yang tidak akan mungkin di suruh tutup oleh pemerintah, nah ini adalah peluang bagi yang lain yang berpikir ingin investasi bisnis di bidang ritel produk harian dalam bentuk supermarket ataupun juga minimarket.

https://www.konsultanminimarket.com/konsultan-ritel-nasional.html



Thursday, July 15, 2021

Perbedaan Ritel Tradisional dan Moderen

 Perbedaan Ritel Tradisional dan Moderen

Banyak orang yang masih mempertanyakan, apa sih Perbedaan ritel tradisional dengan moderen? dan kenapa perbedaan ini begitu penting untuk diketahui. Ya, Saya ingin mengatakan bahwa dengan kita mengetahui perbedaan ini , nantinya kita juga akan tahu apa regulasi yang mengikutinya, supya nanti tidak kaget. Jika Anda tertarik untuk menjadikan tooko anda yang tradisional menjadi moderen, tentu ada regulasi yang harus anda patuhi, itulah pentingnya pengetahuan ini.

kami sebagai Konsultan Minimarket yang sudah lama malang meintang dalam dunia ini, selalu berusaha memberikan pencerahan dan wawasan kepada masyarakat lokal yang jika menginginkan menjadikan toko mereka berubah menjadi moderen atau bagi yang baru memulai. Seringkali banyak yang ingin mendirikan minimarket baru, mereka tidak paham aturan yang ada, sehingga bisa saja menghambat pendirian toko mereka, kami Konsultan toko ritel nasional memiliki tanggung jawab moral dan teknis kepada para klien dan juga masyarakat umum yang ingin tau dan paham tentang ini

https://www.konsultanminimarket.com/konsultan-ritel-nasional.html

Perbedaan ritel tradisional dan moderen Termasuk dalam memberikan batasan mengenai ritel tradisional dan ritel modern merunut pada  Perpres No 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern, memberikan batasan pasar tradisional dan toko modern dalam pasal 1 sebagai berikut:

- Pasar Tradisional adalah pasar yang dibangun dan dikelola oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah, Swasta, Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah termasuk kerjasama dengan swasta dengan tempat usaha berupa toko, kios, los dan tenda yang dimiliki/dikelola oleh pedagang kecil, menengah, swadaya masyarakat atau koperasi dengan usaha skala kecil, modal kecil dan dengan proses jual beli barang dagangan melalui tawar menawar.

 - Toko Modern adalah toko dengan sistem pelayanan mandiri, menjual berbagai jenis barang secara eceran yang berbentuk Minimarket, Supermarket, Department Store, Hypermarket ataupun grosir yang berbentuk Perkulakan. Batasan Toko Modern ini dipertegas di pasal 3, dalam hal luas lantai penjualan sebagai berikut: a) Minimarket, kurang dari 400 m2 (empat ratus meter per segi); b) Supermarket, 400 m2 (empat ratus meter per segi) sampai dengan 5.000 m2 (lima ribu meter per segi); c) Hypermarket, diatas 5.000 m2 (lima ribu meter per segi); d) Department Store, diatas 400 m2 (empat ratus meter per segi); e) Perkulakan, diatas 5.000 m2 (lima ribu meter per segi). satu hal lagi juga perlu di catat, Toko moderen ini memajang barang menggunakan Rak Minimarket atau Rak Supermarket Moderen yang bisa knock down, sehingga efektif fan efisien dalam penataan selain juga rapi dan bersih.

Batasan pasar tradisional diatas nampak kurang mewakili pengertian ritel tradisional secara utuh. Karena, berbeda dengan batasan toko modern yang terperinci mulai dari bentuk yang terkecil (minimarket) hingga yang terbesar (hypermarket), batasan pasar tradisional hanya menjelaskan adanya tempat yang luas (atau cukup luas) untuk melokalisasi toko, kios, dan petak-petak, sebagai tempat usaha milik para pedagang dan tempat masyarakat membeli barang-barang kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu, bila menggunakan klasifikasi bentuk ritel dalam mengkaji persaingan ritel tradisional dan ritel modern, agar berimbang dengan batasan toko modern yang terperinci dalam berbagai ukuran, maka perlu ditambahkan jenis ritel ukuran-ukuran kecil dalam ritel tradisional seperti toko, kios, dan warung yang tidak berada dalam lokasi pasar.

Tambunan dkk (2004) membagi bisnis ritel menjadi 2 (dua) kategori yaitu ritel tradisional dan ritel modern, yang memberikan gambaran perbedaan antara keduanya sebagaimana Tabel 1 berikut.


Perbedaan karakteristik Tradisional dan Moderen













NB  : Tulisan ini sebagian di sadur dari Tulisan Tri Joko Utomo Dosen STIE Pelita Nusantara Semarang yang terbit di https://stiepena.ac.id/

Wednesday, July 7, 2021

10 Daftar Waralaba Ritel Nasional

 

10 Daftar Waralaba Ritel Nasional

Anda , tentu banyak yang sudah mengenal Indomaret atau alfamart. Mereka adalah pemain ritel besar raksasa yang mewaralabakan bisnisnya. Saya rasa seluruh seantero Indonesia sudah banyak yang mengathui ini. Namun ternyata, selain Indomaret dan alfamart, masih ada lagi pemain ritel lainnya yang juga mewaralabakan bisnisnya selain pemain besar tersebut. Berikut akan saya uraikan satu persatu tentang pewaralaba ritel nasional ini . Mereka bisa dikategorikan dengan waralaba modal kecil dan waralaba modal besar.

Waralaba Modal Kecil

Waralaba modal kecil adalah waralaba yang hanya mensyaratkan dengan modal yang tidak lebih dari 200 juta. atau dibawah 200 juta. oleh sebab itu ini masih bisa dikategorikan sebagai waralab kecil

1.       Lotte Grosir

Lotee grosir saat ini juga membuka waralab bagi para pelaku ritel mulai dengan budget 70 jutaan. anda bisa langsung kontak lotte grosirnya jika berminat dan ingin mencoba kerjasama dengan lotte grosir

2.       Homart

Homart termasuk pemain baru dalam bidang ritel yang beridir sejak tahun 2011, mereka menawarkan waralaba mulai dengan modal 60 juta saja. Mungkin ini juga bisa jadi pertimbangan bagi anda yang memiliki ruang yang kecil.

3.       Rajawalimart

Rajawali ini dikenal sebelumnya sebagai distributor gula pasir besar. namun saat ini juga mengembangkan sayap di bidang bisnis minimarket. so, jika anda berminat untuk waralaba rajawalimart, siapkan modal mulai dari 150 juta. apa saja yang anda dapatkan? silahkan kontak langsung yaa.

4.       Leumart

Leumart merupakan hasil kongres Ekonomi Ummat yang didukung oleh MUI pada tahun 2018. Mereka juga ingin mengembangkan sayap bisnis dalam bidang ritel minimarket. modal mulai dari yang kecil 12 juta, 20 juta sampai dengan 70 jutaan. Ini bisa jadi solusi bagi anda yang mau ikut terlibat mengembangkan dan memberdayakan ekonomi umat Islam khususnya.

Waralaba Modal Besar.

Waralab modla besar adalah waralaba yang mensyaratkan modal lebih dari 200 juta, berikut daftarnya :

1.       Indomaret

Waralaba Indomaret sudah tidak asing lagi. Anda tinggal siapkan budget yang pas dan sesuai dengan ukuran ruangan anda. Brand Indomaret tentu sudah menasional, sehingga jika anda mau ikut waralab ini, tentu peluang suksesnya lebih besar. Investasi mulai dari angka 300 jutaan ke atas.

2.       OMI

OMI adalah salah satu sayap bisnis Indogrosir yang menegmbangkan sayapnya pada aspek minimarket. Mereka akan melakukan support mulai dari barang semua akan dikrim dari OMI dengan nama atau brand milik sendiri tapi disertakan ada logo OMI di toko anda. Siapkan uang mulai dari 200 jutaan , maka anda bisa ikut waralaba ini.

3.       Alfamart

Alfamart juga adalah brand minimarket nasional yang juga telah melekat dihati masyarakat. Anda tinggal siapkan modal mulai dari 300 jutaan ke atas. Ini juga menyesuaikan dengan ruangan, yang anda miliki.

4.       Alfamidi

Alfamidi masih satu grup dengan alfamart, namun dengan ukuran dan type yang berbeda. untuk mendapatkan waralaba Alfamidi anda harus menyiapkan modal mulai dari 1,2 milyar. karena ruangan yang digunakan juga sangat besar. Kalau melihat dari yang sudah ada, perbedaan alfamart dengan alfamidi adalah kelengkapan barang dan layanan.produk barang juga lebih lengkap.

5.       Yomart

Yomart juga termasuk salah satu grup minimarket yang sangt populer apalagi di daerah Jawa barat. Sampai saat ini mereka telah memiliki gerai lebih dari 200an gerai. Untuk ikut waralab Yomart anda harus menyiapkan modal lebih dari 300 juta.

6.       Socamart

Jaringan Socamart memiliki nilai tambah yang unik, karena mereka mengedapankan konsep "berbagi" dan tidak memberatkan kliennya. Biasaya cukup mengeluarkan modal senilai 200 jutaan lebih.

Nah retailers, begitulah gambaran pemain ritel lokal yang memiliki konsep waralaba. namun jika anda tidak menginginkan konsep waralaba , artinya anda ingin membangun minimarket sendiri dengan cara dan metode sendiri, Kami dari Ritelteam Indonesia sebagai Konsultan Minimarket moderen siap mendampingi anda, mulai dari survey lokasi, menilai kelayakan lokasi dan sampai pendirian kami siap mendampingi anda, karena misi kami adalah memperkuat kepercayaan diri para pemain lokal dan menerapkan manajemen minimarket moderen ala waralaba.


https://www.konsultanminimarket.com/konsultan-ritel-nasional.html


Tuesday, July 6, 2021

Recovery Toko Sumber Rejeki di Purbalingga

Pandemi, faktanya memang telah banyak menelan korban terhadap para pelaku usaha, baik usaha besar, menengah maupun kecil. Sejak mulai maret sampai hari ini di bulan Juli, terukti masih banyak yang masih belum bisa keluar dari zona kebangkrutan, hantaman cashflow yang luar biasa dan akhirnya banyak pula yang menelan pil pahit untuk menutup usahanya Kita sangat mudah untuk menyaksikan, mislanya saja di Jogja, jika anda berjalan-jalan disepanjang jalan protoko, malioboro, jalan solo, jalan kaliurang, seturan, babarsari dan lain sebagainya, sudha banyak gedung-gedung yang tututp bahkan ada tulisan dijual atau dikontrakkan. betapa pedihnya dan menyedihkan sekali kondisi yang harus kita hadapi semuanya, merata tidka hanya satu daerah , Indonesia bahkan Internasional, bahkan negara tetangga seperti malaysia dan singapore juga mengalami hal yang sama.

Namun, Tentu masih ada beberapa sektor bisnis yang masih bisa bertahan, salah satunya adalah retail yang fokus menjual produk-produk harian karena dianggap sebagai sektor esensial, maka bisnis ini masih diberikan kebebesan untuk tetap buka , walau dibatasi jam buka dan tutup, namun masih memebrikan harapan untuk mendapatkan hasil dari penjualan produk usahanya. 

Bisnis Ritel yang berbasis produk harian ini jugalah yang di jual oleh salah satu Toko Sumber Rejeki di Purbalingga. kami sebagai konsultan Minimarket yang melayanai konsultasi pendirian dan recovery toko, dihubungi dan dimintakan bantuan untuk mendampingi recovery toko. Toko ini berada di pusat salah satu pasar di salah satu daerah di Purbalingga dan berdiri sejak puluhan tahun yang lalu , bahkan di jamannya toko ini menjadi slaah satu rujukan atau pusat kulakan para pelaku ritel di sana. Namun seiring berjalan waktu, tentu, jika tidak melakukan perubahan maka akan ditelan jaman. Oleh sebab itu, Ownernya menyadari betul bahwa harus dan wajib untuk dilakukan pembaharuan. Maka, kami datang untuk melakukan pembaharuan terhadap toko tersebut.

Pembaharuan toko

Pembaharuan toko ? ya pembaharuan yang harus dilakukan, karena kondisi toko yang dulu sempat menjadi "raja kecil" dengan seiring waktu berubah menjadi pemain yang mudah untuk dikalahkan, karena tidak melakukan pembaharuan, di sisi lain semakin banyak pemain baru yang langsung memiliki usaha yang sama dengan sistem moderen. jika adalam permainan bola, maka nilainya bisa 10-2. hihihi..karena tentu sangat berbeda jauh, sebuah toko yang dikelola dengan kekinian dan menyesuaikan jaman, dengan toko yang masih menggunakan manajmeen lama dan selain itu juga tidak konsen untuk memenuhi kebutuhan terbarukan dari prilaku konsumen yang sudah berubah jauh.

https://www.konsultanminimarket.com/konsultan-ritel-nasional.html


Pembaharuan apa saja yang kami lakukan? berikut kami paparkan sebagai pertimbangan bagi anda yang mislkan saja memiliki toko namun masih menerapkan pola dan kerja lama.
  1. Merubah tampilan toko
  2. Merubah pajangan barang toko dengan rak moderen
  3. Menggunakan teknologi moderen yakni software kasir online
  4. Menata barang disesuaikan dengan departemen
  5. Menerapkan starategi pemasaran berbasis online , minimal optimasi media sosial
  6. Merubah mindset pemilik dan karyawan dalam mengelola toko
  7. Melakukan training pelayanan terhadap owner dan karyawa.
Proyek ini dimulai awal bulan Juli dan akan dakhiri dengan sentuhan progam re-launching toko sumber rejeki dengan tampilan dan wajah yang baru serta isi yang berbeda dan layanan yang tentu juga berbeda. Kita akan lihat nanti akan seperti apa hasilnya. 

Recovery Toko Sumber rejeki Purbalingga



 

Wednesday, June 30, 2021

Pamella Swalayan : Raja Supermarket di Jogja

Pamella swalayan, ya siapa yang tidka kenal Pamella swalayan di Jogjakarta. Saya sejak tahun 1997 berada di Jogja sudah mengenal Suparmet satu ini. Supermarket ini merupakan salah satu toko yang menjadi favorit mahasiswa untuk belanja, termausk saya waktu itu. Sebagai salah satu toko moderen lokal yang berjaya, Toko ini memiliki sejarah yang sangat panjang. Sejarah dimulai dari tahun 1975 dengan hanya luasan toko 5x5m, dan bermodalkan hanya 25.000, Pasangan Sunardi Syahuri dan Noor Liesnani Pamella memulai sebuah ikhtiar untuk membuka toko. Berkat kerja keras dan ketekunan mereka berdua akhirnya toko berkembang dan mengaloami perluasan menjadi 5 x15 m.

Kemudian, tahun-tahun selanjutnya terjadi kemajuan yang sangat pesat sampai akhirnya pada tahuan 1990an ke atas, akhirnya toko ini mulai bertransformasi menjadi sebuah toko moderen dengan menggunakan konsep Swalayan, penataan yang rapi serta menggunakan teknologi komputerisasi. Siapa nyana, akhirnya dengan perubahan ini berbuah hasil yang snagat baik. Wajar kiranya hari ini kita sakskan Pamella berkembang bahkan sudah memiliki OUtlet lebih dari 8 Outlet di Jogjakarta dengan ukuran Supermarket (Toko Moderen).

Kunci SUkses Pamella

Saya secara pribadi dan lembag waktu itu di KOPMA UIN pernah mengundang beluau untuk memberikan sharing pengalaman kepada para peserta pelatihan Minimarket moderen tahun 2000an, beliau bercerita bahwa keunggulan Pamella dalah pada aspek , sebagai berikut :

  1. Harga sangat murah dan banyak diskonnya.
  2. Lokasi sangat mudah dijangkau 
  3. Kelengkapan barang sangat diperhatikan.
  4. Mennggunakan teknologi moderen yang akhirnya membuat konsumen nyaman untuk berbelanja.
  5. Faktor ketokohan Bapak Sunardi juga menjadi salah satu kunci di awal-awal membangun , karena Bapak Sunardi adalah Tokoh Agama dan pendidikan yang sangat dikenal di Jogjakarta .Beliau adalah salah satu Tokoh Muhammadiyah dan Juga salah satu Tokoh penggerak Jamah Haji di Yogyakarta.
Nah, sanda bis amembayangkan, bahwa sukses itu tidka dimulai dengan cara yang instant, lihatlah bagaimana perjuangan Bu Pamella bersama suami sejak tahun 1975, begitu keras dan hebat ikhtiar mereka, akhirnya kalau kita melihat hari ini Pamella Swalayan berkembang begitu pesat dan maju, sertta menjadi salah satu raja Supermarket Lokal di Jogjakarta, tentu kita harus tahu kunci sukses apa yang mereka terapkan. Sepeti yang disampaikan Bu Pamella di manapun beliau memberikan dan berbagi pengalaman,

tahun 2018 Saya juga pernah hadir bersama beliau sebagai Nara sumber untuk Workshop Ritel Moderen di J-walk Babarsari, pada waktu itu beliau mengungkapkan bahwa Pamella hari ini adalah buah dari "kerja keras, Ikhtiar maksimal, kedisiplinan dan tentu saja Doa dan Tawakkal kepada Allah SWT. 
Jika Anda ke Jogja, silahkan jangan lupa mampir dan belanja di Pamella selain untuk belanja juga bisa menjadi studi perbanidngan dan belajar melihat bagaimana penampakan Pamella dan manajemen yang mereka terapkan.
Pamella Swalayan

Saya sebagai Konsultan Minimarket Lokal, tentunya sangat senang sekali melihat perkembangan pelaku ritel lokal moderen maju, karena Saya di Ritelteam Indonesia, sebagai Konsultan Minimarket, Konsultan supermarket, memang memiliki misi untuk membuat pelaku ritel lokal berjaya di daerah mereka maisng-masing. Mereka harus percaya diri dan mampu untuk mewujudkan toko yang kuat, laris dan berjaya, berkaca dari Pamella Swalayan, itu sangat mungkin terjadi.

https://www.konsultanminimarket.com/konsultan-supermarket-nasional.html

Saya Adri Syahrizal, Trainer Koperasi dan UMKM sekaligus konsultan Pendamping Ritel Lokal di Kabupaten Sleman sejak tahun 2012. Sejak tahun 2012 Dinas Perindag Sleman selalu konsisten mengadakan pembinaan terhadap pelaku ritel UMKM di Sleman, Saya pikir Dinas Sleman ini salah satu Dinas hebat dan luar biasa, Karena Saya belum menemukan Dinas Lain seluruh Indonesia yang berkomitmen mengadakan pembinaan terhadap Pelaku Ritel secara berkelanjutan. Mulai dari Pendidika dan pelatihan, pendampingan lapangan, memberikan akses terhadap permodalan dan bahkan juga melakukan pendampngan dalam strategi pemasaran melalui optimasi teknologi baik berbasis media sosial, webite misal sembadamart dan juga berbasis aplikasi digital payment.
Adri Pamella swalayan









Monday, November 27, 2017

Bisnis retail akan mati perlahan-lahan

Bisnis retail akan mati perlahan-lahan? apakah benar?kenapa? bukankah bisnis ini smemiliki katahan yang sangat dahsyat? bukankah bisnis ini berhubungan dengan nyawa manusia?. Anda kenal peritel raksasa dunia??kalau belum kenal maka saya kasih kenal, Yakni Walmart. Walmart merupakan peritel raksasa dunia  dengan jumlah 11.600 toko di dunia. Pada tahun 2017 ini, mereka menutup 269 tokonya. berapa persenkah jumlahnya dari jumlah toko yang ada? yap lebih kurang mewakili 2 persen dari total jumlah toko mereka?

Hayoo??? bagaimana anda mendengar kisah ini? Peritel raksasa aja mau tutup? apatah lagi kita yang memiliki minimarket sendiri?dalam jumlah yang kecil pula. Apakah, masih bisa bertahan? apakah masih ada celah bagi toko kita untuk bertahan? Apakah ke depan minimarket kita masih akan hidup? Minimarket yang selama ini di kenal adalah bentuk toko moderen atau toko yang mengedepankan aspek layanan swalayan. Selain itu, toko ini juga ditata dengan penataan yang menggunakan rak moderen yang bisa diatur dan setting menyesuaikan kebtuhan. Rak moderen dan ekonomis membantu para pelaku ritel moderen untuk memaksimalkan tokonya.

Kemudian...apakah dengan menutup toko sebanyak 269 ini, Walmart serta merta bangkrut? Bisa ya Bisa Tidak. Tapi di lain sisi, Justru mereka malah akan membuka 300 gerai sampai akhir tahun 2017 ini. Trus apa artinya??
apakah Bisnis Retail akan mati? Apakah bisnis retail masih bisa diharapkan?Apakah bisnis retail masih menyimpan harapan? apakah bisnis retail masih akan tetap menjadi primadona investasi?
Silahkan amati kalimat di atas, Walmart akan menutup 269 gerai, namun mereka akan membuka 300 gerai baru. Artinya, bisnis retail masih ada harapan untuk masa depan.benerkah??


benar atau tidak???
kita lihat saja episode berikutnya...
jangan Putus Asa..
Selama kita masih bisa menghirup nafas , selama manusia masih terus lahir dan bertambah, selama binatang dan tumbuhan masih hidup, selama matahari masih bersinar dan malam juga datang pada waktunya..Maka Allah selalu menjamin Rejeki buat kita. Pertanyaannya??
Apakah Kita masih mau belajar dan berusaha dengan sekeras kemampuan kita??
Apakah kita yakin seyakin yakinnya sama Ke-Maha Kaya Nya Allah???
Maha kasihnya Allah?? Maha Pemberi Rejeki Nya Allah??

Era pandemi telah memberikan banyak hikmah dan pelajaran bagi kita semua. memang banyak peritel raksasa yang mengalami dan menelan pil pahit korban pandemi. pandemi telah meluluhlantakkan semua sendi bisnis. Mulai dari perusahan besar, menengah bahkan yang kecilpun tersapu bersih. Namun, Kita sebagai pelaku ritel, di sisi lain, masih banyak yang bertahan, pelaku riel lokal baik yang tradisional dan moderen masih banyak yang bisa eksis dan bahkan mungkin ada yang menikamti kenaikan penjualan, tapi tentu tidka banyak, karena "demand" juga menurun. 

banyak kunci yang bisa kita jadikan sebagai pendobrak pintu untuk meningkatkan kesuksesan kita dalma bisnis ini, salah satunya adalah dengan mengoptimalkan pemasaran berbasis online. Gunakanlah semua media pemasaran online apalagi yang gratis, misalkan Facebook, Instagram , Tiktok, Twitter dan masih banyak lainnya. Kita pasti bisa !!!

kami Ritelteam Indonesia yang bergerak dalam bidang jasa konsultansi ritel, juga melihat bahwa pelaung bisnis ritel masih bagus, dan masih terbukti ampuh dijadikan sebagai alternatif usaha bagi anda yang mulai berfikir menjadi seorang wirausaha. Jika anda masih bingung, silahkan kontak dan hubungi kami Konsultan Minimarket nasional. kami Ritelteam Indonesia juga ada di beberapa daerah mulai Sumatera sampai Papua.
Kami memiliki misi, "pelaku ritel lokal berdaya dan percaya diri" dalam menghadapi kondisi yang ada dan berjaya untuk usaha ritelnya di daerah masing-masing.

https://www.konsultanminimarket.com/konsultan-ritel-nasional.html