head-content'/> Cerita Minimarket: Serba serbi

Blog Keren, Bacalah!!!

Showing posts with label Serba serbi. Show all posts
Showing posts with label Serba serbi. Show all posts

Saturday, July 17, 2021

Persaingan Ritel Tradisional VS Ritel Moderen

 Persaingan Ritel Tradisional VS Ritel Moderen

Persaingan ritel tradisional dan moderen memang tidak apple to aplle, namun ini adalah fakta yang harus kita terima dan kita cermati. Sebagai Konsultan Minimarket yang berkutat khusus dibidang ini kami juga seringkali menyoroti ini, dan memiliki pangglian moral bagi para peritel lokal-tradisoonal.

Persaingan dalam industri ritel dapat dilihat dari berbagai segi, yaitu persaingan antara ritel modern dan tradisional, persaingan antar sesama ritel modern, persaingan antar sesama ritel tradisional, dan persaingan antar supplier. (Tulus TH Tambunan dkk, 2004). Diantara keempat jenis persaingan tersebut, persaingan antara ritel tradisional dan ritel modern paling banyak mengundang perhatian, karena menempatkan satu pihak (ritel tradisional) dalam posisi yang lemah. Sehingga hal ini memaksa semua pihak yang terkait (pelaku ritel, asosiasi, pemerintah, pakar bisnis ritel) berperan aktif bersama-sama menyelesaikan ekses persaingan tersebut. Salah satu indikator ketimpangan kekuatan antara ritel tradisional dan ritel modern dapat dilihat dari segi pertumbuhan kedua jenis ritel tersebut.

Federasi Organisasi Pedagang Pasar Indonesia (Foppi) mecatat, di seluruh Indonesia terjadi penyusutan jumlah pasar tradisional sebesar 8% per tahun. Pada saat bersamaan, pertumbuhan pasar modern justru sangat tinggi. Mengambil contoh periode 2004-2007, laju pertumbuhan supermarket mencapai 50% per tahun. Pada periode yang sama, pertumbuhan hypermarket bahkan mencapai 70%. (SWA 06/XXV/2009). Gambaran pada tahun 2010, Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan bisnis ritel meningkat positif mencapai 6,1%. Sebaliknya, keberadaan ritel tradisional masih menyisakan berbagai masalah. Berdasarkan survei yang dilakukan Kementerian Perdagangan (Kemendag) di 12 provinsi, tercatat ada kurang lebih 3.900 pasar tradisional dan 91% diantaranya dibangun kurang lebih 30 tahun yang lalu.

 (Seputar-Indonesia.Com. 25 Maret 2011) Lokasi keberadaan industri ritel merupakan salah satu titik lemah ritel tradisional. Menurut Haryadi Sukamdani, Wakil Ketua Umum Bidang Moneter, Fiskal, dan Kebijakan Publik Kadin Indonesia, lokasi pasar-pasar modern yang menyalahi aturan menyebabkan ribuan pelaku UMKM di pasar tradisional dan tempat-tempat lainnya terpaksa gulung tikar karena kalah bersaing dengan pasar modern. Dia menambahkan, di seluruh negara-negara di dunia, termasuk Eropa dan Amerika Serikat, hipermarket tidak diperkenankan berada di tengah kota. Namun di Indonesia, hipermarket atau supermarket justru banyak di tengah kota. (Liputan6.com, 23 Maret 2011) Ketidakjelasan regulasi mengenai industri ritel, terutama menyangkut jarak lokasi ritel, atau pelanggaran aparat pemerintah yang memberikan ijin usaha ritel walau melanggar aturan, menambah berat upaya melindungi ritel tradisional.

Kompas (27 Mei 2011) merilis berita sedikitnya sembilan minimarket di Jakarta ditutup karena melanggar aturan soal jarak minimal dengan pasar tradisional. Sebelumnya, Kompas (24 Mei 2011) memberitakan, Pemprov DKI Jakarta menemukan 46 PNS terbukti melakukan pelanggaran menerbitkan izin usaha untuk 13 minimarket. Dari 46 PNS ini ada yang sudah meninggal dan pensiun dan hanya tinggal 13 orang masih aktif bekerja sebagai PNS DKI Jakarta. Gambaran kusut persaingan industri ritel tradisional dan ritel modern menimbulkan dorongan untuk menelaah anatomi persaingan tersebut.

Sebanrnya bagaimana tingkat persaingan ini? kalau kita melihat secara kasat mata tentu kita sudah bisa menebak bahwa ritel moeren tentu memiliki segudang kelebihan yang membuat dia leading di bidang bisnis ini seperti, teknologi, sistem manajemen, pelayanan dan lain sebagainya. Sedangkan ritel tradisional masih banyak berkutat misalkan dengan kondisi tempat yang tidak bersih, layanan apa adanya, serta sistem manajemen yang masih amburadul, oleh sebab itu, penting kiranya bagi pihak pemerintah sungguh-sungguh memeprhatikan aspek ini semua.

kami Konsultan Minimarket sebagai konsultan toko ritel nasional di bawah bendera Ritelteam Indonesia, juga memiliki panggilan moral untuk ini, sehingga kami berfokus pada sosialisasi dan penguatan terhadap para pemain ritel lokal tradisional, kami selalu mengatakan bahwa dunia telah berubah dan prilaku konsumen juga pelan-pelan akan mengalami perubahan, maka harus siap berubah , tidak "menunggu" tapi harus berubah saat ini juga. Bayangan Kami sebagai konsultan yang sudah berkutat dibidang ini sejak tahun 1990an, bahwa betapa cepat terjadinya perubahan itu, jika tidak melakukan , maka akan tergilas oleh jaman, apalagi saat ini, dan 10 thaun ke depan, generasi milenial menjadi dominan, sedangkan mereka sudah terbiasa dengan pola hidup instan, mudah, nyaman dan tidak mau yang ribet-ribet. Ini adalah catatan penting untuk di lakukan, minimal sudah mulai melakukan pembaharuan pajangan barang dengan menggunakan Rak Minimarket moderen. perubahan ini saja sudha bisa berdampak pada kenaikan omset yang mereka miliki. 

https://www.konsultanminimarket.com/konsultan-ritel-nasional.html


Perubahan semestinya :

Perubahan semestinya mulai dari beberapa hal , yakni :

  1. Menggunakan Rak Minimarket Moderen
  2. Memiliki software POS atau softwarr kasir moderen
  3. Perlengkapan kasir moderen

Tuesday, July 6, 2021

Pertumbuhan Ritel tahun 2021.

Pertumbuhan Ritel tahun 2021.

Pertumbuhan dunia industri ritel pada tahun 2021 jela smenurun, namun masih memebrikan harapan. menurut data dari CEIC data bahwa tahun ini pertumbuhan sebesar 12,9% pada tahun 2021 bulan mei, Rekor ini turun dibanding sebelumnya yaitu 15,6 persen untuk tahun 2021 bulan april. Data pertumbuhan industri ritelt di Indonesia akan diperbaharui setiap bulannya dengan rata-rata 8,5% dari 2011 bulan Januari sampai dengan tahun 2021 bulan Mei dengan 125 observasi yang dilakukan.

Menarik sekali bukan? data ini sangat penting bagi kita sebagai pelaku ritel, karena dengan adanya data ini menjadi bahan pertimbangan untuk bisnis ritel. Data ritel pernah mencapai angka tertinggi yakni 28.2% pada tahun 2013 bulan desember dan juga pernah terendah pada angka -20,6% pada tahun 2020 bulan mei. maklum saja karena pada bulan ini, pandemi sangat mendera dan kondisi pengetatan juga terjadi. Data ini dikategorikan dalam Global Economic Monitor world trend plus dengan tabel retail sales Y-o-Y growth perbulan di Asia. 













Dengan melihat grafik di atas , anda bisa meengamati bagaimana pertumbuhan industri retail di negara-negara yang ada di dunia. namun yang pasti adalah, bahwasanya sampai saat ini usaha ritel masih sangat menjanjikan. Dengan adanya pandemi telah memberikan cukup bukti kuat bahwa salah satu bidang bisnis yang tahan banting khususnya bagi pelaku usaha ritel kecil dan menengah, bahwa bisnis masih bis ahidup bahkan mungkin ada yang mengalami kenaikan. Kenapa? karena dengan banyaknya bantuan sosial dari pemerintah, inilah yang menggerakn roda perekonomian nasional.

so, jangan ragu, jika anda ingin membuka bidang usaha bisnis ritel atau sembako atau PMD atau apapun istilahnya yang menjurus pada bidang bisnis esensial yakni menyedikan kebutuhan harian masyarakat, maka insya allah akan bertahan lama. anda yang belum mengetahuai seluk bisnis ini bisa berkonsultasi dengan konsultan minimarket Ritelteam Indonesia yang berada di Yogyakarta dengan sebaran cabang dari sumatera dan klien sampai Papua.

https://www.konsultanminimarket.com/konsultan-ritel-nasional.html





Matahari Bakal Tutup 86 Gerai

Matahari bakal tutup 86 gerai yang ada di Jawa Bali. Melansir dari Kompas.com bahwa Gerai Mataahri yang ada di Jawa Bali sejumlah 89 geerai dengan kontirbusi 56% dari pendapatan perushaaan. Saat ini gerai matahari diseluruh Indonesia berjumlah 189. gerai. CEO Matahari departemen store Terry mengaatkan bahwa sangat buruk imbasnya jika terjadi penutupan gerai ini, wajar saja , karena 86 Gerai ini menyumbang pendapatan yang cukup siginifikan terhadap perusahaan.



Dengan adanya kebijakan PPKM darurat ini tentu memiliki imbas yang cukup signifikan terhadap semua pelaku ritel yang ada di Jawa Bali, Oleh sebab itu mestinya pemerintah juga memberikan dukungan , karena pelaku ritel sangat terpukul dengan kondisi ini. Selama pandemi ini, indsurti ritel juga mengeluarkan biaya tambahan, misalkan perlengkapan prokes, ini jelas menambah biaya yang cukup signifikan. patah lagi jika, tsemua gerai di tutup, akan menambah hantaman yang cukup luar biasa.

Selain Matahari sebelumnya juga sudah banyak pelaku ritel lain yang sudah mulai gulung tikar dan menutup gerainya, sebut saja Texas chicken, Debenham, Centro dan lain sebagainya. Pandemi ini sungguh berat bagi para pelaku ritel yang ada dndonesia. Centro yang sudah 15 tahun bercokol di Ambarrukmo Plaza, sungguh snagat disayangkan, karena departemen store ini menjadi salah satu rujukan konsumen untuk berbelanja produk bermerek atau branded dan juga pasar kelas menengah. namun apa daya, pandemi tentu tidak memilih milih korbannya.

Sebagai Konsultan ritel moderen di bawah naungan Ritelteam Indonesia, Saya melihat bahwa, dengan pandemi ini memang sangat berat bagi semua pelaku usaha, karena dengan kebijakan Pengetatan tentu telah banyak mengurangi demand yang ada, mislakan saja, kampus dan sekolah tidak beroperasi, sehingga ini sangat berdmapka besar terhadap permintaan konsumen. Keberadaan sekolah ini memiliki efek yang sangat multi, jika sekolah dan kampus berjalan, maka sepatu, baju, celana, kaos kaki, kebutuhan ATK dan aksesir lainnya tentu akan bergerak menjadi permintaan yang cukup besar. 

Anda bisa bayangkan, jika penjual sepatu yang biasanya setiap hari katakanlah para onlineshop (kebetulan istri saya penjual sepatu branded), bis amenjual 10-20 pcs, sejak pandemi, laku 10 pasang saja satu bulan sudah hebat sekali. Betapa jauhnya jurang yang permintaan yang ada, wajar kiranya binsis retail ini terpukul parah apalagi bidang fashion , aksesoris dll.


Di lain sisi, Saya mengamati, para pelaku ritel kecil misalkan toko masyarakat atau minimarket lokal ataupun warialaba, masih bisa bertahan, karena fokus produknya adalah sembako atau kebutuhan harian yang tidak mungkin tidak tetap dicari oleh konsumen. So, Jika anda memutuskan untuk membuka bisnis minimarket atau warung sembako, maka saat ini pilihan itu sangat tepat.karena terbukti dengan adanya pandemi bisnis ini masih bisa bertahan dan terbukti juga bidang bisnis ini tetap diberikan waktu untuk buka , karena malayani kebutuhan masyarakat selain APotek.

Nah, jika anda berniat untuk membuka Minimarket, Anda bisa kontak Konsultan minimarket Ritelteam Indonesia yang telah memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun dalam bidang retail moderen, khususnya ritel lokal moderen. 

https://www.konsultanminimarket.com/cara-mendirikan-minimarket-lengkap.html



Wednesday, September 10, 2014

studi kelayakan minimarket, restoran dan fashion

STUDI KELAYAKAN BISNIS
PROYEK PENGEMBANGAN TOKO HALO

A.     Pendahuluan
a.      Latar Belakang
Perkembangan dan potensi pasar akan kebutuhan sembako, Fashion dan Restoran sudah menjadi trend tersendiri.  Persaingan dan kompetisi untuk memanjakan konsumen toko dengan konsep layanan swalayan, dipadu dengan layanan restoran nyaman menjadi daya tarik tersendiri pada umumnya di Indonesia apalagi untuk daerah Jepara Nantinya.  Maka gagasan untuk melakukan pengembangan Toko  dari konsep layanan konvensional menjadi Toko yang melayani konsumen dengan konsep modern dan di integrasikan dengan keberadaan Restoran yang nyaman adalah sebuah keniscayaan untuk bertahan dan menghasilkan keuntungan yang lebih baik.
b.      Manfaat dan tujuan
Dengan adanya pengembangan usaha ini, konsumen akan semakin nyaman dan terlayani dengan maksimal dan bagi pemilik sendiri dapat melakukan terobosan-terobosan pemsaran yang lebih jitu dan mengena pada konsumen, sehingga keuntungan yang dinginkan akan selalu terjaga dan tercipta.

B.      Aspek pasar dan Strategi pemasaran
a.      Peluang Pasar
-          Terdapat Beberapa Gedung Perkantoran yang bisa jadi target Pasar Toko, Foto copy dan Restoran.
-          Terdapat beberapa Sekolah yang muridnya sangat banyak dan berpotensi untuk mengakses Toko untuk pembelian keperluan sekolah dan Harian.
-          Terdapat beberapa perumahan dan gedung perkantoran pemerintah yang haya berjarak 200 sd 1000 meter dari lokasi Toko.
-          Terdapat Gedung Samsat yang selalu di kunjungi oleh masyarakat dalam hal pengurusan keperluan Mobil dan Motor yang jumlahnya bisa berkisar antara 200-400 orang/hari.
-          Anggota Kepolisian yang berjumlah 700 orang adalah salah sati pangsa pasar tetap yang bisa jadi “pusat layanan” toko berbasis anggota.
b.      Perkembangan Pasar
Potensi berkembangnya toko ini sangat besar, karena banyak potensi Produk dan layanan yang bisa di kerjasamakan dengan konsumen yang berbasis perkantoran, baik swasta maupun pemerintah.
c.       Strategi Pemasaran
1.      Sistem Member Card
Member card diberikan untuk anggota dan pelanggan umum
Manfaat Member card
-                      Diskon Khusus
-                      Hadiah langsung
-                      Informasi produk baru
-                      Informasi layanan terbaru
-                      Jaringan dan Merchant
-                      Undian berhadiah (4 kali dalam setahun)
Motor dan Rumah
2.      Delivery Service
3.      On-line Marketing
4.      Membentuk Jejaring Usaha

C.      Aspek Teknis
a.      Rencana Lokasi usaha
Depan Gedung Samsat Jepara.
b.      Daerah Pemasaran
Berlokasi di jalan utama  yang sangat padat lalu lintasnya dan sangat dekat dengan area perkantoran, sekolah dan  juga sangat dekat dengan hunian perumahan dan siswa-siswa sekolah yang bisa jadi potensi pasar yang menggiurkan.

D.     Aspek Manajemen
a.      Aktivitas Pra-operasi
Persiapan Operasi
Proses
Tempat Usaha
-          Tanah
-          Bangunan
Sudah Tersedia
(Proses Penawaran)
(Proses Penawaran)
Komputerisasi
Belum
Rak Minimarket
Sebahagian
Rak Fashion
Belum
Mesin Fotocopy
Belum
Scanner
Belum
Cash drawer
Belum
Printer kasir
Belum
Meja Kasir
Belum
Mika harga
Belum
Memiliki 1 line telp
Belum
Meja Kursi Restoran
Belum
Display Makanan restoran
Belum
Surat ijin Usaha (HO)
Sudah dimiliki

b.      Aktivitas bisnis dalam operasi komersial
Nama Usaha                     : Belum ada nama
Bentuk Badan usaha         : Usaha kecil
Layan Penjualan                : Usaha dagang dan Restoran
Varian usaha                 : Penjualan produk-produk sembako, Fashion , Jasa Foto Copy dan Restoran.
c.       SDM
Kebutuhan SDM minimal 26 Orang
-          Minimal Lulusan SMK
-          Menguasai MS office dan email
-          Dapat bekerjasama dalam tim dan tekanan
d.      Deskripsi Kerja
Pemilik/Pemodal
-          Mengontrol kinerja usaha
-          Mengontrol biaya-biaya
-          Mengontrol SDM
Manajer
-          Bertanggung jawab terhadap pengembangan Unit usaha
-          Mengontrol kualitas layanan
-          Mengupayakan Pencapaian Target Penjualan
Administrasi
-          Bertanggungjawab terhadap semua data dan dokumen
-          Input dan master barang
-          Laporan keuangan dan toko
Kasir
-          Menerima pembayaran
-          Bertanggungjawab atas setiap transaksi
-          Membersihkan toko, termasuk merapikan tempat kerja
Pramuniaga
-          Bertanggungjawab atas setiap layanan konsumen
-          Kebersihan toko
-          Kebersihan barang
-          Penataan barang

e.      Jam Kerja
Shift I                     : 06.00 sd 14.00
Shift II                    : 14.00 sd 21.00

E.      Aspek Finansial dan Ekonomis
a.      Investasi
Aktiva
Pembelian Tanah dan Toko                      : 1.500.000.000
Renovasi Minimarket
a.      Toilet                                                   :        5.000.000
b.      Sekat Gudang                                      :        5.000.000
c.       Sekat Minimarket & restoran             :      15.000.000
Renovasi Fashion
a.      Kamar Pas                                           :        3.000.000
b.      Showroom                                           :        5.000.000
Renovasi Restoran
a.      Dapur                                                  :      15.000.000
b.      Kamar                                                 :        2.000.000
c.       Kamar mandi                                      :      10.000.000
d.      Wastafel                                              :        2.000.000
e.      Pintu                                                    :        5.000.000
Pembelian Peralatan
a.      Minimarket                                         :      154.560.000
b.      Fashion                                                :        67.900.000
c.       Restoran                                              :      210.680.000
d.      Fotocopy                                              :        75.000.000
Total Aktiva                                               :                           2.075.140.000
Aktiva Lancar
Modal Kerja                                              :  1.016.000.000
Total Aktiva Lancar                                                             
Grand total Investasi                                                           3.091.140.000
Depresiasi
Perhitungan depresiasi tidak menyertakan aktiva lancer karena dinilai berjalan. Perhitungan depresiasi dengan metode garis lurus/flat dengan rumus
Depresiasi : nilai investasi x 25% per tahun
Maka nilai investasi adalah sebagai berikut :
Tahun I     : 2.075.140.000 x 5%                          = 103.775.700
Jadi Untuk setiap tahun Depresiasi Investasi adalah Rp. 103.775.700 dan nilainya akan di hitung habis sampai dengan 20 tahun.
b.      Sumber dana
Sumber dana berasal dari Pemilik modal dan Anggota Koperasi. Alternatif Penggalian dana bisa ebagai berikut :
1.      Di ajukan kepada anggota untuk ikut memiliki saham penyertaan dengan gambaran struktur saham sebagai berikut :
a.      Total nilai investasi                     Rp  3.091.140.000
b.      Pembulatan Saham                     Rp  3.100.000.000
c.       Nilai saham                                  Rp  100.000/lembar
d.      1 lot saham = 10 lembar             Rp 1.000.000
e.      Total Saham/Lot                          Rp 3.100.000.000/1.000.000 = 3.100 lot
Berarti saham yang di butuhkan 3.100 lot
f.        Jumlah anggota koperasi 700 orang
g.      Apabila anggota ingin berpartisipasi memiliki saham maka narasinya sebagai berikut
3.100 lot : 700 = 4.43 lot
setara dengan Rp 1.000.000 x 4.43 = 4.430.000/orang
Semua anggota mempunyai hak untuk membeli saham untuk proyek ini terlebih dahulu sebelum di tawarkan kepada pihak luar. Minimal anggota mengambil 1 lot.
Ilustrasinya sebagai berikut :
700 anggota x 1 lot = 700 lot
700 lot senilai           = Rp 1.000.000 x 700 = Rp 700.000.000
Total saham 3.100 lot – 700 lot masih sisa 2.400 lot
Saham 700 lot setara dengan 22.5% saham dari total 100% saham.
Sisa 2.400 lot yang akan di lelang kepada anggota atau pihak yang berminat. 2400 lot setara dengan Rp 2.400.000.000 setara dengan 77.5% dari total nilai saham.
2.      Diajukan kepada Pihak yang berminat dari nilai slot yang tersisa yakni 2.400 lot atau setara dengan 2.400.000.
c.       Target pendapatan
Asumsi pendapatan
Minimarket                                                          =   RP 6.632.136/hari
Fashion                                                                 =   Rp 2.673.035/hari
Foto Copy                                                             =   Rp 1.702.834/hari
Restoran                                                               =   Rp 2.138.428/hari
Profit Margin 33% dari omzet                             =   RP    3.092.187/hari
Laba Kotor           (bulan) 30 x 3.092.187                      =   RP 92.765.611
(sebelum dikurangi biaya operasional dan gaji)

d.      Perkiraan Biaya/bulan
Gaji karyawan 2 orang                            RP     37.800.000
Listrik, air dan telp                                  RP       7.000.000
Transportasi                                             RP       4.000.000
Promosi                                                    RP       3.000.000
Lain-lain                                                    RP       2.500.000
Total Biaya perbulan                               RP     54.300.000

Laba /Rugi
Laba Kotor- biaya
RP 92.765.61154.300.000                     = 38.465.311/Bulan

F.       Prifitability Index

Untuk menghitung perbandingan nilai sekarang, penerimaan kas bersih di masa yang akan datang dengan nilai sekarang investasi. Jika PI lebih besar dari I maka investasi menguntungkan. Jika dibawah I maka investasi masih merugi.
4.761.224.476 (omzet/bulan x 12) + 2.075.140.000 = 6.836.364.476
PI = 6.836.364.476 : 2.075.140.000 = 3.3  (lebih dari I)
Maka ini sangat menguntungkan sehingga untuk investasi untuk 3 tahun pertama modal telah kembali. Dalam jangka 4 tahun sudah bisa dikatakan kembali modal karena masih memiliki barang dagangan yang dihitung sebagai harta.

G.     Penutup

Demikian Studi kelayakan ini kami buat, semoga bias dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi pihak-pihak yang berkepntingan terhadap studi kelayakan usaha ini.




Hormat kami


____________________

Demikianlah Contoh sederhana jika anda membuat studi kelayakan bisnis minimarket , restoran dan atau lainnya. Studi kelayakan sederhana ini dibuat oleh tim Konsultan Minimarket Ritelteam Indonesia, karena banyaknya permintaan kepada kami dalam hal ini. Semoga studi kelayakan ini bermanfaat buat anda , jika ingin mendirikan minimarket. Namun, jika anda butuh pembuatan studi kelayakan yang lebih komplit bisa langsung kontak Ritelteam Indonesia di Jalan Raya Tajem No. 3 Maguwoharjo, Sleman Yogyakarta atau Langusng kontak 0887-4334-06-143 atau 08112646687 (hotline Ritelteam Indonesia).

https://www.konsultanminimarket.com/konsultan-ritel-nasional.html